November 2017 | BELADIRI DI SEMARANG

Jumat, 03 November 2017

Banyak yang mencari "belajar beladiri di Semarang", "beladiri Semarang","tempat latihan beladiri di Semarang", "latihan beladiri di Semarang", ternyata masih banyak yang berminat belajar beladiri. Namun Apakah masihpenting belajar beladiri? Pertanyaan ini tentu akan kembali kepada diri anda sendiri, apakah masih perlu belajar beladiri? Namun, sebelum anda menjawab pertanyaan tersebut, kami akan berikan beberapa fakta dan hal – hal yang mungkin di salah artikan dalam belajar beladiri.


belajar beladiri di semarang

Beberapa hal yang mungkin salah di artikan oleh orang yang belajar beladiri, akan kami list seperti di bawah ini:

  1.  Kebanyakan orang menganggap belajar beladiri 1x-2x latihan, maka akan langsung mahir
  2.  Berharap dapat memiliki kekuatan super setelah belajar beladiri.
  3. Menganggap teknik beladiri terutama yang tradisional tidak bisa di gunakan untuk pembelaan diri di dunia nyata.
  4. Belajar beladiri tradisional pencka silat utamanya, malah belajar hal – hal klenik.
  5. Hanya belajar beladiri yang tidak penting.

Sebenernya masih banyak pertanyaan lain, yang jika di tuliskan, maka mempunyai daftar yang panjang. Baiklah untuk beberapa pertanyaan di atas akan kita jawab satu persatu

  1.   Kebanyakan orang menganggap belajar beladiri 1x-2x latihan, maka akan langsung mahir

“Salah!, bahkan seorang Guru sebelum berani melatihkan teknik beladirinya, harus belajar dulu bertahun – tahun, yang mungkin di latih setiap hari. Pendiri Pencak Silat Merpati Putih (Mas Poeng & Mas Budi , belajar bertahun – tahun di beberapa Guru di Yogyakarta, hingga akhirnya memperdalam keilmuan kepada ayahandanya, juga selama bertahun – tahun, demikian juga dengan Mas Yadi, Dulu ketua Dewan Guru , Belajar bertahun - tahun,sampai kematian beliau pun, beliau masih belajar dan mengajar keilmuan Merpati Putih. Beladiri lain pun tidak jauh berbeda, seorang ahli kungfu shaolin belajar bertahun – tahun , sampai menjadi mahir, pendiri Aikido juga sudah belajar kemana – mana , sampai kemudian menemukan metode beladiri sendiri, namun tetap beliaupun masih terus belajar, jadi kesimpulan utamanya LATIHAN LATIHAN LATIHAN , BELAJAR BELAJAR BELAJAR”.




  2. Berharap dapat memiliki kekuatan super setelah belajar beladiri.
“Jika menganggap dapat memeiliki kekuatan super seperti superman, hulk, atau tokoh khayalan lain, maka salah besar jika anda belajar beladiri, ketika anda belajar beladiri, anda akan di ajak untuk mengenali tubuh anda sendiri, bagaimana tubuh anda bisa memiliki pukulan yang berpower besar, bagaimana tubuh anda dapat melakukan tendangan dengan benar, hal seperti ini yang di latih, anda berlatih beladiri, artinya anda belajar mengenali tubuh anda sendiri, mengenali pribadi anda sendiri, mengontrolnya agar makin menjadi pribadi yang baik.



3  3. Menganggap teknik beladiri terutama yang tradisional tidak bisa di gunakan untuk pembelaan diri di dunia nyata.
Salah, Justru kebanyakan beladiri tradisional awalnya tidak mengenal kompetisi, beladiri tradisional sebenarnya memang untuk teknik mematikan dan mematahkan lawan, jika kemudian berkembang menjadi olahraga beladiri, maka unsur- unsur mematikan tidak kemudian di hilangkan, namun hanya di samarkan ke dalam bentuk latihan lain yang lebih sesuai zaman. Misalkan latihan memukul mematikan, bagaimana mempunyai kemampuan memukul yang mematikan? Di Merpati Putih khususnya latihan power, uji coba power, di ganti dengan mematahkan benda keras, jadi tidak melukai orang lain, atau makhluk Tuhan yang lain, Namun jiak di analogikan, apabila sebuah beton cor yang keras saja bisa di patahkan , lalu bagaimana bila pukulan itu mengenai tangan orang ?adapula kisah senior Merpati Putih berhasil melumpuhkan perampok di rumahnya, dengan keahlian pencak silat merpati putihnya, berhasil membuat perampok terbunuh pisaunya sendiri.”




   4.Belajar beladiri tradisional pencak silat utamanya, malah belajar hal – hal klenik.
Salah besar, jika belajar beladiri tradisional sama dengan belajar klenik, adapun di Merpati Putih, tidak ada klenik-  klenik, hanya ada olah pernafasan, doa dan sugesti positif, yang membuat para anggotanya makin sehat,fisik dan fikirannya. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat bukan?”



5. Hanya belajar beladiri yang tidak penting.
Salah besar lagi, di Merpati Putih jika memulai latihan saja di awali doa, pemanasan selama 30 menit kira-kira, kemudian gerak fisik dan olah nafas. Selama gerak fisik dan pemanasan, maka tubuh kita menjadi mengeluarkan keringat, bergerak sesuai struktur tubuh yang benar, menjadikan tubuh kita menjadi makin sehat , lentur dan tidak mudah sakit. Jadi dapat banyak manfaat sekaligus, belajar beladiri dan olahraga. Seru kan?”


Mau belajar Beladiri di Semarang? Pencak Silat
Merpati Putih Semarang?
Hubungi ( WA/SMS/Telpon):
Mas Rizal 085640271990